Sabtu, 03 Desember 2011

Wayang Membuat Awet Muda

Orang tua itu dengan semangat kemudian menyanyikan lagu-lagu berbahasa Jepang yang masih diingatnya dengan jelas. Lagu-lagu itu adalah lagu yang diajarkan oleh “Saudara Tua” kita Jepang, dan harus dinyanyikan setiap hari oleh Saudara mudanya. Suara yang keluar dari mulutnya yang sudah tak ditumbuhi gigi lagi, masih terdengar dengan jelas.

wayang2
Ketika kemudian saya tanya (dalam bahasa Jawa) apa arti dari lagu yang dinyanyikan, maka sambil tertawa renyah dia menjawab sambil menggelengkan kepalanya : “Kulo piyambak mboten ngertos he … Namung waton apal kemawon (Saya sendiri tidak mengerti artinya, asal hapal saja)”.
Lalu dengan tanpa diminta beliau menceritakan bahwa pada jaman Jepang anaknya sudah empat. Lha … jadi berapa usianya sekarang ? Maka dengan bangganya dia mengatakan bahwa dia telah mengarungi hidup di bumi Indonesia ini selama lebih dari 90 tahun.
Dan yang saya kagumi dari beliau, diusia yang sudah lanjut begitu, panca indranya masih berfungsi dengan baik, ingatannya masih bagus dan semangatnyapun masih membara. Tidak heran karena struggle of live dia begitu kuat. Dulu, jalan kaki dari Klaten ke Yogya dengan menggendong beras untuk dijual dilakoninya cukup lama. Pada masa awal-awal kemerdekaanpun beliau ditempa dengan kerja keras dan hidup yang berat. Namun semua dijalaninya dengan baik hingga kini.
Bahkan sekarangpun dia masih ikut “membantu” di perusahaan batik salah satu cucunya. Hebat betul simbah satu ini.
Apa kunci sukses hidupnya ?
Disamping kerja keras dan ikhlas, dia adalah penggembar wayang sejati. Sewaktu mengawali ngobrol dengan saya waktu itu, dia menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu sempat menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Anom Suroto di Jatinom, nggak jauh dari tempat tinggalnya.
Dengan lancar dia menceritakan kembali lakon yang ditampilkan dan mengulas sedikit filosofi cerita yang dikandungnya. Sambil bercerita dia memberi petuah tentang karakter-karakter tokoh wayang itu dikaitkan dengan kehidupan nyata.
Tidak bosan ngobrol dengan dia karena pengalaman hidupnya begitu banyak dan beragam. Sayang saya waktu itu tidak bawa HP atau kamera sehingga tidak bisa mengabadikan beliau.
Itulah Mbah Sastro. Dengan mencintai wayang, dia menjalani hidupnya dengan penuh ketenangan dan selalu bersemangat meskipun usianya menjelang satu abad.

Karawitan

 
Karawitan adalah seni suara daerah baik vokal atau instrumental yang mempunyai klarifikasi dan perkembangan dari daerahnya itu sendiri.
Keragaman seni budaya nusantara merupakan pembentuk kebudayaan nasional. Kita ketahui bahwa salah satu bagian dari kebudayaan itu diantaranya kesenian. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bawha kesenian daerah merupakan unsur penting dalam pembentuk kesenian nasional.
apabila diteliti secara seksama tentang kesenian daerah yang ada di indonesia sangat beraneka ragam bentuk, hal ini merupakan salah satu diantaranya. Karawitan merupakan salah satu bentuk kesenian yang ada di indonesia, seperti kita kenal ada Karawitan Jawa, Karawitan Sunda, dan Karawitan Bali serta banyak lagi jenis-jenis karawitan lainnya.
Karawitan sunda mempunyai ciri tersendiri, pertumbuha, dan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh keberadaan orang Sunda serta aspek sosial kehidupannya. Istilah karawitan dalam Bahasa Sunda merupakan istilah baru, tetapi cepat meluas sehingga istilah karawitan dianggap sebagai istilah yang telah baku dalam kesenian Sunda.
Pengertian yang telah memasyarakat tentang karawitan adalah seni suara daerah yang berpedoman pada laras Selog dan Salendro. Banyak juga pendapat-pendapat lain tentang karawitan, seperti pendapat para ahli karawitan (Pangrawit) Sunda. Yang perlu kita ketahui bawha istilah karawitan itu berasal dari Bahasa Jawa, mengingat sekitar kurang lebih tahun 1920, istilah karawitan dipergunakan pada sebuah kursus menabuh gamelan di Keraton Surakarta.

Macam-macam Bentuk Karawitan Ada tiga macam bentuk, diantaranya :
1. Karawitan Sekar adalah jenis karawitan yang terbentuk melalui penyajian suara manusia (vokal).
2. Karawitan Sekar Gending adalah bentuk karawitan yang terbentuk melalui penyajian alat musik/instrumen atau waditra.
3. Bentuk karawitan yang disajikan melalui perpaduan antar suara manusia (vokal) dengan alat musik/instrumen atau waditra.

Karawitan Sekar Karawitan sekar terdiri atas :
  1. Sekar Tandak adalah sekar atau lagu yang terikat oleh wiletan atau birama, diantaranya :
- Lagu-lagu panambih tembang Sunda/Cianjuran.
- Lagu-lagu kawih Sunda atau lagu-lagu kepesindenan.
- Lagu-lagu pupuh sekar tandak.
  1. Sekar Irama Merdika adalah sekar atau lagu yang tidak terikat oleh wiletan atau birama, seperti :
- Lagu-lagu pupuh
- Lagu-lagu tembang Sunda/Cianjuran.
- Lagu-lagu pupuh sekar irama merdika.
Karawitan Gending
Yang termasuk jenis karawitan gending diantaranya :
  1. Lagu-lagu Degung Klasik yang instrumentalia seperti lagu : Ladrak, Pajajaran Kintel Bueuk, manintin Serang, Mayu Selas, dan lain-lain.
  2. Gending Wanda Anyar ; gending wanda anyar merupakan ciptaan komposisi gending baru yang diciptikan oleh H. Koko Koswara dan Nano, S. Gending wanda anyar biasanya memiliki tema, isi, dan tujuan.
  3. Kecapi suling (instrumentalia)
  4. Gambangan
  5. Overture
  6. Gending karatagan pada acara pembukaan pertunjukan wayang golek.
Karawitan Sekar Gending
Jenis karawitan sekar gending, diantaranya :
  1. Lagu-lagu sekar gending, seperti lagu : Gerimis kasorenankeun, Gupay Lembur, Gupay Pileleuyan, Hujan Munggaran, dan lain-lain.
  2. Lagu-lagu sempal guyon kawih Sunda, seperti lagu : Kasenian, lagu Kareta Api, Lagu Berkat Katitih Mahal, dan lain-lain.
  3. Gending Karesmen : Gending Karesmen Si Kabayan, Lutung Kasarung, Dayang Sumbi, gending Karesmen Pitaloka Citraresmi, dan lain-lain.
FUNGSI KARAWITAN
  1. Sebagai pengiring lagu atau nyanyian.
  2. Untuk mengiringi tarian terutama tari Sunda.
  3. Untuk pengisi suasana dalam suatu adegan sendra tari atau gending karesmen.
  4. Sebagai ungkapan rasa etika.
  5. Sebagai pencerminan jiwa.
  6. Sarana hiburan yang bersifat social bersifat social maupun komersial.